Langsung ke konten utama

Postingan

FRUITY COFFEE SORBET ala Gue aja lah

Sore ini aku mencoba menu hasil modifikasiku, yaitu Fruity Coffee Sorbet, ini adalah ATM "amati tiru modifikasi" dari produk Lavazza USA dan Mango Pineapple Frappuccino milik Starbucks. Inilah senengnya aku nongkrong di Chocoklik Resto Purwokerto, karena  terkadang pelanggan diijinkan memiliki special request (asalkan gak kebablasan saja). Sorbet Menurut salah satu sumber media, sorbet dalam sejarahnya adalah makanan yang dibuat dari salju. Jadi, teksturnya ya seperti serbuk es. Bahan baku sorbet modern sangat sederhana: buah, air, dan gula. Proses pembuatannya sedikit banyak mirip dengan gelato, hanya menghilangkan unsur susu, krim, dan kuning telur. Sorbet juga terkenal dengan rasa buahnya yang dominan, karena memang terbuat dari buah asli. Saat KompasTravel memakan salah satu sorbet lemon di GROM, teksturnya lembut dan sangat asam, seperti lemon. Tapi kristal air yang membeku tak begitu tajam dan membekas di lidah. Dalam pengembangannya ada banyak lagi makanan serupa...

Pacaran Mesra neng Sunda Hejo dengan akang Kalita Wave

Pagi ini, sambil mencuci body si Putih kaki bundar, aku minum kopi, disebuah kedai kopi yang berada disebelah carwash dibilangan timur GOR SATRIA Purwokerto. Pilihan saya pagi ini menggunakan metode manual brewing  Kalita wave,  yang saya harapkan cocok berpacaran dan bermesraan dengan profile roasting biji kopi yang disediakan, dan jujur saja,  rasa yang saya kecap pagi itu sungguh mengingatkan saya akan Preanger Honey roastingan perusahaa Malabar Coffee  yang diseduh oleh Sute Djongko cafe dengan V 60, tetapi lebih soft beberapa waktu lalu. Sebagai catatan kopi Sunda Hejo merupakan salah satu kopi yang berasal dari Jawa Barat, kopi ini termasuk ke dalam jenis Arabica dengan rasa yang sedikit manis dan dikenal lebih nikmat dari kopi lain, Sunda Hejo diolah dengan cara mengambil buahnya, kemudian difermentasikan dalam waktu 24 jam. Setelah dicuci bersih dengan air mengalir, hasil fermentasi tersebut dikeringkan di dalam rumah-rumah bam...

Dingin Membara ala Gue

Kahlua 15% ala gue .... buat konsumsi sendiiiiiiiri hahaha

Rita Bakery and Coffee | RBC

Pagi ini di Rita Supermall ground floor, aku mano to mano dengan si Njo "anak lanang" .... French press dengan biji kopi Lintong Blue Batak. Sebelumnya saya telah minta barista RBC untuk membuatkan saya long black dengan Blue batak, akan tetapi peraturan perusahaan tidak boleh pakai mesin untuk kopi-kopi single origin, padahal saya melihat profile roastingnya memungkinkan untuk membuat espresso base menu non milk added. Tapi ya gak papa wong peraturan Big Boss mereka. Singkat cerita anak lanangku datang dengan gayanya yg khas dalam berjalan, sehingga sekalipun tanpa kaca mata aku kenal siapa yang menghampiriku. "Niih cobain.... !" pintaku. Saya sengaja tidak memberi tahu dia kopi apa yg ada digelasnya, dia hanya mencium dan berkata ... heeem Arabica ... dan ketika aku jelaskan kalau itu Blue Batak dia hanya melirikku Aku segera menuang kedalam gelasku dan heeem aku tahu arti lirikannya ...... " proses tidak pernah mengkianati hasil ! "  ..... aku baru s...

Kopi Tolu Batak @ d'Santos

Kopi yang jarang saya temui baik di auction maupun di kedai-kedai kopi yang _ * sudah * _ saya satroni, tolu batak dapat dikatakan sebagai kopi langka, bahkan untuk mendapatkannya serta memilikinya untuk koleksi di warkop mini  yg kami kelola. Kopi ini tumbuh subur di konon ceritanya air cukup sukit disana. Biji kopi setelah dikupas dan ditiriskan dan di keringkan setengah hari, maka dikupas kulit tanduknya. efek dari itu adalah green beans agak sedikit warna kehijau-hijauan dan sedikit biru kalo nampak dari jauh. sekitar danau Toba, Daerah Simalungun Dan daerah Sidikalang,  dengan pola proses semi washed wet hulling, sekalipun Soal profile rasa, hasil roasting sendiri oleh sang owner d'Santos coffee sangatlah unik. Light to Medium roast mereka menghasilkan aroma wangi kombinasi palm sugar dan fruity yang unik, sehingga saya seperti sedang menghidup aroma ubi madu cilembu yang panas, dan memakannya sehingga uap ubi tersebut masuk ke nasal saya. Untuk rasa sour ...

Tobaco After Taste At Coffee Inn Tegal

Setelah menyelesaikan semua tugas pekerjaan saya di kota Tegal, tiba waktunya untuk coffee time, sebelum balik ke Banyumas. Kali ini tempat ngopi pilihan saya adalah Coffee Inn Tegal di jalan Jalak Barat belakang Pasific mall Tegal.  Bro. Anam in charge barista pada waktu itu menjelaskan bahwa stock espresso all arabica mereka sedang kosong, biasanya mereka selalu menawarkan dua pilhan bagi para customer; fully arabica espresso atau 80:20 mixed blend espresso. Dan mau tidak mau saya harus icip-icip stock yang ada, yaitu 80:20. Saya memesan  doppio espresso dan mendapatkan double dosage espresso yang light dengan aroma harum khas dominan Arabica Ciwedey pada espresso blend mereka dengan after taste yang medium rasa Tobaco mirip Timmor Maubisse koleksi saya. Secara pribadi saya menilai rokok ini cocok bagi para smokerz, dan kurang nikmat bagi yang gak suka dengan rasa tembakau.  Untuk tempat cukup cozy, cuman musiknya pada malam itu mungkin agak terlalu up bea, jadi s...

Selamat Idul Fitri all