Langsung ke konten utama

Kopi Tolu Batak @ d'Santos

Kopi yang jarang saya temui baik di auction maupun di kedai-kedai kopi yang _*sudah*_ saya satroni, tolu batak dapat dikatakan sebagai kopi langka, bahkan untuk mendapatkannya serta memilikinya untuk koleksi di warkop mini  yg kami kelola.

Kopi ini tumbuh subur di konon ceritanya air cukup sukit disana. Biji kopi setelah dikupas dan ditiriskan dan di keringkan setengah hari, maka dikupas kulit tanduknya. efek dari itu adalah green beans agak sedikit warna kehijau-hijauan dan sedikit biru kalo nampak dari jauh.
sekitar danau Toba, Daerah Simalungun Dan daerah Sidikalang,  dengan pola proses semi washed wet hulling, sekalipun

Soal profile rasa, hasil roasting sendiri oleh sang owner d'Santos coffee sangatlah unik. Light to Medium roast mereka menghasilkan aroma wangi kombinasi palm sugar dan fruity yang unik, sehingga saya seperti sedang menghidup aroma ubi madu cilembu yang panas, dan memakannya sehingga uap ubi tersebut masuk ke nasal saya. Untuk rasa sour kuat di depan disusul bitter but clean pada after tastenya.

Double Jempol juga saya berikan untuk mas Afif - barista yang sigap melayani kami, ketika kami terlalu awal datang  berkunjung di d'Santos coffee & idea. Saya melihat handling mumpuni untuk ROK Presso dan Bellman, ketika dia bekerja, semangat dan sukses. GB d'Santos.

Alamat: 
©2017 Google - Data peta ©2017 Google  Jl. Asem Gede No.17, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233
17:00 Wib OPEN

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH MESIN KOPI

Kali ini saya mencoba menulis mengenai sejarah beberapa mesin espresso, yang saya ambil dari berbagai sumber. Semoga dapat membantu memperkaya pengetahuan kita bersama. Pada tahun 1884 usaha untuk pengajuan hak paten pertama kali diperjuangkan  oleh Angelo Moribondo yang berasal dari Turin dan diperkenalkan pada tahun yang sama, dalam Pameran Umum di Taman Valentino. Hal tersebut adalah sebuah berkah untuk industrialisasi mesin espresso pada waktu itu, akan tetapi hak patent mesin espresso dalam dunia industrial mesin kopi pertama kali diterbitkan bagi Luigi Bezzera dari Milan, pada tahun 1901,. Bahkan, ia membuat suatu model atau design mesin yang kemudian menjadi model yang ditiru secara luas, di atas semua model mesin espresso rancangan pelopor lain dari periode, Desiderio Pavoni, yang mampu melihat potensi besar dari espresso, serta berjuang mengembangkan penjualan di bar publik dan kafe . Pada awal 1900-an, Pier teresio Arduino dari Turin menyadari bahwa dunia bar publi...

KOPI "clebek" TUBRUK

Kopi Tubruk Kopi Tubruk adalah salah satu metode yang paling sering digunakan dalam menyeduh kopi di tanah air ini. di Banyumas dan sekitarnya dikenal dengan kopi "clebek" yang metodenya adalah menubrukan bubuk kopi dengan air panas.  Akan tetapi kopi tubruk  atau clebek, dapat juga menjadi hidangan minuman yang istimewa, jika dilakukan dengan langkah-langkah yang benar.  Proses brewing   Persiapkan kopi yang telah menjadi bubuk. Untuk mendapatkan aroma kopi yang lebih fresh, biji kopi matang sebaiknya digiling pada saat anda akan menyeduh. Selanjutnya masukan bubuk kopi kedalam cangkir. Takaran yang ideal dalam kopi tubruk adalah 12 gram kopi (sekitar dua sendok teh) untuk setiap 200 ml air. Kemudian tuangkan air yang telah anda didihkan. Suhu yang paling pas untuk kopi tubruk adalah sekitar 80-85 °C. Jika anda tidak memiliki thermometer, masak air dengan durasi 2 menit. Setelah anda menuangkan air pada gelas yang sebelumnya telah berisi bubuk k...

LATARAN MARIJEM - COFFEE - BOOKS AND MUSIC

Pada waktu saya pertama kali berjumpa dengan mas Yadi, saya mendapatkan pemaparan yang unik mengenai konsep bisnis kedai kopi yang dia perjuangkan. Kombinasi antara jiwa seni dan aliran pemikiran bisnis yang dia miliki cukup memberikan saya banyak wacana baru mengenai design interior dan kekuatan dari keserdehanaan, serta kemampuan meng-create deman pada pasar yang bersumber dari komunitas-komunitas yang dia miliki. Ketajaman visi bisnisnya pun saya akui dengan keberaniannya menantang arus utama mengenai syarat lokai usaha yang harus ramai dan sebagainya, tetapi mas Yadi dan teman-teman membangun usahanya di pojokan belakan sebuah komplek pertokoan yang banyak orang berpikir mengalami gagal marketing, akan tetapi pada saat soft opening kemarin menunjukan bahwa ide-ide marketing mereka yang memanfaatkan kedahsyatan sosial media membuktikan bahwa jaman modern saat ini batasan ruang tidaklah terlalu berpengaruh, lagi. Full live music dan situasional yang mirip di cafe-cafe kelas me...