Entah mengapa saya melewatkan kedai kopi yang satu ini, padahal berada pada jalur Purbalingga Purwokerto via Padamara yang sering saya lewati. Sekalipun design interiornya tidak terlalu mewah akan tetapi judul-judul pada menu yang mereka tawarkan cukuplah mewah, bahkan susunan botol syrup Tofin yang tersusun menjulang cukup mengesankan saya. Karena tujuan saya hanya sekedar mampir dan untuk beristirahat setelah berburu kopi dari beberapa kabupaten di seputar Gunung Sindoro, Sumbing dan Slamet, maka waktu dialog saya dengan para punggawa Lava tidaklah cukup banyak, apa lagi saya dikejar waktu untuk meluncur ke Jogja besok siangnya, guna berkunjung di kedai kopi yang baru buka di Gowongan Kidul. Saya berharap diwaktu mendatang saya bisa berkunjung khusus untuk menikmai menu serta suasana Lava.
Ada beberapa konsumen kopi yang meminta kepada para Barista di coffee shop langganan, secangkir kopi yang kuat, tetapi istilah ini menurut saya memiliki beberapa arti, yaitu: beberapa orang ingin kopi dengan kandungan kafein tertinggi, bahkan jika itu berarti kopi yang akan disajikan menjadi super pahit dan ada juga yang mereka maksud adalah kopi yang memiliki pengaruh pada vitalitas " masalah sex and libido " peminumnya. Akan tetapi tulisan saya saat ini, hanya akan saya fokuskan pada kopi dengan kafein yang kuat. Kita ketahui bersama bahwa Robusta adalah kopi yang memiliki kandungan kafein yang kuat, dibandingkan jenis Arabica yang sangat populer dalam kalangan peminat kopi, akan tetapi cita rasa Robusta tidak seunik Arabica yang kaya akan cita rasa. Untuk itu saya menyarankan melakukan kombinasi Robusta dan Arabica dengan komposisi 60 : 40 , dengan profil roasting city roastd, supaya citarasa yang kita ingin sebagaimana adanya Arabica yang kita pilih berpadu ...
