Langsung ke konten utama

THREE DIMENSION LATTE ART - WAKE CUP Purwokerto


Setelah selesai belanja kebutuhan minguan untuk dapur, saya menyempatkan diri mampir di WAKE CUP Purwokerto - yang terletak di MORO GORCIER. Setelah meneguk separoh cangkir coffee latte, saya mulai berbincang-bincang dengan bro. Anggit [https://www.facebook.com/anggit.rudo?fref=ts] - yang sudah lama kami kenal racikannya, semangat belajar dan idealismenya yang terlihat nyata dalam setiap perkembangan yang dignifikan dari latte art yang dia sajikan.

Dahulu saya mengenal Anggit hanya sebatas membuat espresso dengan latte art yang abstrak, alias gak berbentuk sama sekali, tetapi dalam 5 bulan terakhir ini, di tempat kerjanya yang baru, pihak manajemen wake cup telah berhasil meng upgrade dirinya menjadi barista yang memiliki skill dan pemahaman yang cukup mumpuni.Hari ini saya selain melihat angsa, saya juga melihat latte art tiga dimensi hasil karya dia, bahkan saya terus berusaha meyakinkan diri saya, apakah ini benar kreasi Anggit yang saya kenal  ? - dan jauh di ujung telepon di luar kota Purwokerto Bro. Gunawan yang adalah salah satu owner dari Wake Cup Moro membenarkannya.
Latte Art tiga dimensi yang dikerjakan oleh Anggit merupakan bentuk nyata dari istilah "practice make perfect" - saya sudah mengunjungi berbagai kedai kopi, dari yang woow sampai yang wiiiiih di Purwokerto dan sekitarnya, sepertinya baru di Wake Cup saja saya menemukan latte art tiga dimensi ini. Harapan saya teman-teman barista di purwokerto dapat terinspirasi dan mengembangkan diri hingga level tertentu demi kepuasan pelanggan dan kelangsungan usaha, karena: quality drag quantity - high quality high quantity -

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH MESIN KOPI

Kali ini saya mencoba menulis mengenai sejarah beberapa mesin espresso, yang saya ambil dari berbagai sumber. Semoga dapat membantu memperkaya pengetahuan kita bersama. Pada tahun 1884 usaha untuk pengajuan hak paten pertama kali diperjuangkan  oleh Angelo Moribondo yang berasal dari Turin dan diperkenalkan pada tahun yang sama, dalam Pameran Umum di Taman Valentino. Hal tersebut adalah sebuah berkah untuk industrialisasi mesin espresso pada waktu itu, akan tetapi hak patent mesin espresso dalam dunia industrial mesin kopi pertama kali diterbitkan bagi Luigi Bezzera dari Milan, pada tahun 1901,. Bahkan, ia membuat suatu model atau design mesin yang kemudian menjadi model yang ditiru secara luas, di atas semua model mesin espresso rancangan pelopor lain dari periode, Desiderio Pavoni, yang mampu melihat potensi besar dari espresso, serta berjuang mengembangkan penjualan di bar publik dan kafe . Pada awal 1900-an, Pier teresio Arduino dari Turin menyadari bahwa dunia bar publi...

KOPI "clebek" TUBRUK

Kopi Tubruk Kopi Tubruk adalah salah satu metode yang paling sering digunakan dalam menyeduh kopi di tanah air ini. di Banyumas dan sekitarnya dikenal dengan kopi "clebek" yang metodenya adalah menubrukan bubuk kopi dengan air panas.  Akan tetapi kopi tubruk  atau clebek, dapat juga menjadi hidangan minuman yang istimewa, jika dilakukan dengan langkah-langkah yang benar.  Proses brewing   Persiapkan kopi yang telah menjadi bubuk. Untuk mendapatkan aroma kopi yang lebih fresh, biji kopi matang sebaiknya digiling pada saat anda akan menyeduh. Selanjutnya masukan bubuk kopi kedalam cangkir. Takaran yang ideal dalam kopi tubruk adalah 12 gram kopi (sekitar dua sendok teh) untuk setiap 200 ml air. Kemudian tuangkan air yang telah anda didihkan. Suhu yang paling pas untuk kopi tubruk adalah sekitar 80-85 °C. Jika anda tidak memiliki thermometer, masak air dengan durasi 2 menit. Setelah anda menuangkan air pada gelas yang sebelumnya telah berisi bubuk k...

LATARAN MARIJEM - COFFEE - BOOKS AND MUSIC

Pada waktu saya pertama kali berjumpa dengan mas Yadi, saya mendapatkan pemaparan yang unik mengenai konsep bisnis kedai kopi yang dia perjuangkan. Kombinasi antara jiwa seni dan aliran pemikiran bisnis yang dia miliki cukup memberikan saya banyak wacana baru mengenai design interior dan kekuatan dari keserdehanaan, serta kemampuan meng-create deman pada pasar yang bersumber dari komunitas-komunitas yang dia miliki. Ketajaman visi bisnisnya pun saya akui dengan keberaniannya menantang arus utama mengenai syarat lokai usaha yang harus ramai dan sebagainya, tetapi mas Yadi dan teman-teman membangun usahanya di pojokan belakan sebuah komplek pertokoan yang banyak orang berpikir mengalami gagal marketing, akan tetapi pada saat soft opening kemarin menunjukan bahwa ide-ide marketing mereka yang memanfaatkan kedahsyatan sosial media membuktikan bahwa jaman modern saat ini batasan ruang tidaklah terlalu berpengaruh, lagi. Full live music dan situasional yang mirip di cafe-cafe kelas me...