Langsung ke konten utama

OBAMB COFFEE SHOP "... Melek Ngasi Esuk"

Adalah opa Bambang atau sering disapa oleh cucu-cucu beliau sebagai Obamb. Penampilannya bersahaja dan tutur kata yang santun menunjukan tingginya pengalaman dan pendidikan opa yang satu ini.




Beliau pemilik coffee shop sederhana yang beliau design sendiri interiornya bernuansa "hommy", bahkan konon saking seriusnya design interior yang beliau kerjakan, harus memakan 15 kg berat badan beliau, demikian kisah itu meluncur dengan balutan humor yang natural. Melihat anak saya Angello 11 Year [17 Juli besok] yang semangat memesan kopi tubroek Flores dan hanya beberapa menit setelah itu dia tertidur lelap di area lesehan, membuat saya meng aminkan suasana "hommy" tersebut.

di Obamb tidak terdengar adanya desingan mesin espresso dan desissan uap, hanya etalase yang dipenuhi oleh alat-alat manual brewing sederhana, yang sudah cukup menggambarkan pola brewing yang akan disajikan ke saya oleh beliau. Akan tetapi teta saja seduhan kopi Toraja saya menjadi semakin "suedaap" dengan bumbu keramah tamahan ala opa Bambang. 30 menit berbincang mengenai "manual coffee concept" Obamb  tersebut telah cukup bagi saya secara PRIBADI untuk merekomendasikan OBAMB COFFEE SHOP sebagai tempat tujuan meminum kopi sambil kongkow dan berlama-lama ngobrol berbagi cerita disana konsisten dengan slogan brandingnya : "... Wareg Ngasi Wengi - Melek Ngasi Esuk" [Kenyang sampai malam dan Terjaga sampai pagi] ... **** for your coffee shop Opa.

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH MESIN KOPI

Kali ini saya mencoba menulis mengenai sejarah beberapa mesin espresso, yang saya ambil dari berbagai sumber. Semoga dapat membantu memperkaya pengetahuan kita bersama. Pada tahun 1884 usaha untuk pengajuan hak paten pertama kali diperjuangkan  oleh Angelo Moribondo yang berasal dari Turin dan diperkenalkan pada tahun yang sama, dalam Pameran Umum di Taman Valentino. Hal tersebut adalah sebuah berkah untuk industrialisasi mesin espresso pada waktu itu, akan tetapi hak patent mesin espresso dalam dunia industrial mesin kopi pertama kali diterbitkan bagi Luigi Bezzera dari Milan, pada tahun 1901,. Bahkan, ia membuat suatu model atau design mesin yang kemudian menjadi model yang ditiru secara luas, di atas semua model mesin espresso rancangan pelopor lain dari periode, Desiderio Pavoni, yang mampu melihat potensi besar dari espresso, serta berjuang mengembangkan penjualan di bar publik dan kafe . Pada awal 1900-an, Pier teresio Arduino dari Turin menyadari bahwa dunia bar publi...

KOPI "clebek" TUBRUK

Kopi Tubruk Kopi Tubruk adalah salah satu metode yang paling sering digunakan dalam menyeduh kopi di tanah air ini. di Banyumas dan sekitarnya dikenal dengan kopi "clebek" yang metodenya adalah menubrukan bubuk kopi dengan air panas.  Akan tetapi kopi tubruk  atau clebek, dapat juga menjadi hidangan minuman yang istimewa, jika dilakukan dengan langkah-langkah yang benar.  Proses brewing   Persiapkan kopi yang telah menjadi bubuk. Untuk mendapatkan aroma kopi yang lebih fresh, biji kopi matang sebaiknya digiling pada saat anda akan menyeduh. Selanjutnya masukan bubuk kopi kedalam cangkir. Takaran yang ideal dalam kopi tubruk adalah 12 gram kopi (sekitar dua sendok teh) untuk setiap 200 ml air. Kemudian tuangkan air yang telah anda didihkan. Suhu yang paling pas untuk kopi tubruk adalah sekitar 80-85 °C. Jika anda tidak memiliki thermometer, masak air dengan durasi 2 menit. Setelah anda menuangkan air pada gelas yang sebelumnya telah berisi bubuk k...

LATARAN MARIJEM - COFFEE - BOOKS AND MUSIC

Pada waktu saya pertama kali berjumpa dengan mas Yadi, saya mendapatkan pemaparan yang unik mengenai konsep bisnis kedai kopi yang dia perjuangkan. Kombinasi antara jiwa seni dan aliran pemikiran bisnis yang dia miliki cukup memberikan saya banyak wacana baru mengenai design interior dan kekuatan dari keserdehanaan, serta kemampuan meng-create deman pada pasar yang bersumber dari komunitas-komunitas yang dia miliki. Ketajaman visi bisnisnya pun saya akui dengan keberaniannya menantang arus utama mengenai syarat lokai usaha yang harus ramai dan sebagainya, tetapi mas Yadi dan teman-teman membangun usahanya di pojokan belakan sebuah komplek pertokoan yang banyak orang berpikir mengalami gagal marketing, akan tetapi pada saat soft opening kemarin menunjukan bahwa ide-ide marketing mereka yang memanfaatkan kedahsyatan sosial media membuktikan bahwa jaman modern saat ini batasan ruang tidaklah terlalu berpengaruh, lagi. Full live music dan situasional yang mirip di cafe-cafe kelas me...