Langsung ke konten utama

Menikmati Kopi Latte Vergnano di Meteeor Cafe & Resto

Sungguh hari yang panas tadi siang, perjalananpun harus dilakukan berputar karena padatnya lalu lintas oleh sebab kegiatan wisuda di SMPN 1 Purwokerto - itu tidak menyurutkan langkahku untuk mengunjungi Meteeor Cafe & Resto yang bernuansa mewah dan berkelas itu dan yang terkenal angker bagi beberapa coffee blogger dengan kantong pas-pasan seperti saya ini.

Cangkir pertamaku di Meteeor adalah kopi latte berbasis coffee beans produk Vergnano yang diseduh oleh Bro. Retno, dan sangat bersyukur karena Saya diberi keleluasaan untuk melihat proses pembuatannya. Mesin model 91 - AMBASSADOR-A3 Faema  andalan mereka pun mulai bekerja menolong tangan trampil Sang Penyeduh kopi, kerapian dan kebersihan saya lihat sangat dijaga oleh sang barista [semoga bukan hanya karena saya melototin dia waktu kerja saja yaaa ], untuk timing memang sedikit kurang "sreg" dengan kebiasan yang saya lihat di beberapa coffee shop, termasuk memasang pota filter cukup lama tanpa pengaktifan valve air [btw saya tidak tahu juga apakah itu metode lain dalam pembuatan espresso ?], dan ditinggal mempersiapkan frothed milk bagi latte pesanan saya. Sebenarnya saya sedikit mengkuatirkan ground yang sudah terinstall tanpa proses pressure tersebut, karena coffee beans tersebut adalah produksi dari Vergnano sebuah perusahan kopi yang tertua dan ternama di Italia, sekitar lebih dari 130 an tahun usianya dan di Indonesia di distribusikan oleh PT. Sukanda Djaya 


Vergnano coffee latte saya pun sudah jadi, overall foam pada cangkir saya cukup smooth, sukup seragam bublesnya, coffeenya memang arabica banget, heeemmm satu hal, saya  sedikit mempertanyakan apakah ini cappucino atau latte ya ? ---- yeaaah what a hell ... i don't care lah dari pada di sesali yang penting bisa menikmati seduhan kopi dengan budget terbatasku saja saya sudah mensyukurinya.

my OPINION ... at Meteeor i just buy a cup of good coffee there ....  usung spirit of excellent Meteeor & sukses selalu. ** for u.




(0281) 634234

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH MESIN KOPI

Kali ini saya mencoba menulis mengenai sejarah beberapa mesin espresso, yang saya ambil dari berbagai sumber. Semoga dapat membantu memperkaya pengetahuan kita bersama. Pada tahun 1884 usaha untuk pengajuan hak paten pertama kali diperjuangkan  oleh Angelo Moribondo yang berasal dari Turin dan diperkenalkan pada tahun yang sama, dalam Pameran Umum di Taman Valentino. Hal tersebut adalah sebuah berkah untuk industrialisasi mesin espresso pada waktu itu, akan tetapi hak patent mesin espresso dalam dunia industrial mesin kopi pertama kali diterbitkan bagi Luigi Bezzera dari Milan, pada tahun 1901,. Bahkan, ia membuat suatu model atau design mesin yang kemudian menjadi model yang ditiru secara luas, di atas semua model mesin espresso rancangan pelopor lain dari periode, Desiderio Pavoni, yang mampu melihat potensi besar dari espresso, serta berjuang mengembangkan penjualan di bar publik dan kafe . Pada awal 1900-an, Pier teresio Arduino dari Turin menyadari bahwa dunia bar publi...

KOPI "clebek" TUBRUK

Kopi Tubruk Kopi Tubruk adalah salah satu metode yang paling sering digunakan dalam menyeduh kopi di tanah air ini. di Banyumas dan sekitarnya dikenal dengan kopi "clebek" yang metodenya adalah menubrukan bubuk kopi dengan air panas.  Akan tetapi kopi tubruk  atau clebek, dapat juga menjadi hidangan minuman yang istimewa, jika dilakukan dengan langkah-langkah yang benar.  Proses brewing   Persiapkan kopi yang telah menjadi bubuk. Untuk mendapatkan aroma kopi yang lebih fresh, biji kopi matang sebaiknya digiling pada saat anda akan menyeduh. Selanjutnya masukan bubuk kopi kedalam cangkir. Takaran yang ideal dalam kopi tubruk adalah 12 gram kopi (sekitar dua sendok teh) untuk setiap 200 ml air. Kemudian tuangkan air yang telah anda didihkan. Suhu yang paling pas untuk kopi tubruk adalah sekitar 80-85 °C. Jika anda tidak memiliki thermometer, masak air dengan durasi 2 menit. Setelah anda menuangkan air pada gelas yang sebelumnya telah berisi bubuk k...

LATARAN MARIJEM - COFFEE - BOOKS AND MUSIC

Pada waktu saya pertama kali berjumpa dengan mas Yadi, saya mendapatkan pemaparan yang unik mengenai konsep bisnis kedai kopi yang dia perjuangkan. Kombinasi antara jiwa seni dan aliran pemikiran bisnis yang dia miliki cukup memberikan saya banyak wacana baru mengenai design interior dan kekuatan dari keserdehanaan, serta kemampuan meng-create deman pada pasar yang bersumber dari komunitas-komunitas yang dia miliki. Ketajaman visi bisnisnya pun saya akui dengan keberaniannya menantang arus utama mengenai syarat lokai usaha yang harus ramai dan sebagainya, tetapi mas Yadi dan teman-teman membangun usahanya di pojokan belakan sebuah komplek pertokoan yang banyak orang berpikir mengalami gagal marketing, akan tetapi pada saat soft opening kemarin menunjukan bahwa ide-ide marketing mereka yang memanfaatkan kedahsyatan sosial media membuktikan bahwa jaman modern saat ini batasan ruang tidaklah terlalu berpengaruh, lagi. Full live music dan situasional yang mirip di cafe-cafe kelas me...