Langsung ke konten utama

ALDO JURAGAN MIE DAN KOPI YANG BERMIMPI JADI DOKTOR BIDANG TEKNOLOGI PERTANIAN

Sosoknya kalem dan bersahaja, tetapi siapa kira kalau dia adalah "lokomotif" dari jaringan usaha kuliner Bakmi Dirjo Putra. Visi dan misi-misinya serta planignya di sampai dengan jelas kepada saya ketika kami bertemu tadi pagi.

Semangat bisnisnya yang tidak hanya mengejar untung dan kemurahan hatiya yang selalu berbagi dengan sesamanya [karena saya membuktikan dengan mata kepala sendiri melalui pola manajemen dan pengelolaan SDM-nya], membuat saya juga dengan senang hati berbagi kopi dan cara seduh manual sebatas pengetahuan saya kepada calon peraih Doktor ini.


Saya berbagi robusta RAWASENENG roastingan para biara disana dan fully ARABICA blengkow dan menikmatid, denga metode manual brewing moka pot. Surprise .... saya melihat keseriusan Bro. Aldo menikmati kopi seduhan saya dan dengan semangat menyampaikan planningnya untuk menggabungkan menu mie tradisional bakmi jawa dan seduhan kopi manual brewing khas Banyumasan, dengan harga yang terjangkau dan taste yang memuaskan. Bagi penikmat "new bie" seduhan kopi yang baru pertama kali melihat proses dari biji kopi yang digrinding dan diseduh, komentar dia tentang rasa cukup memusakan dan unik; seperti cara dia menyampaikan perbandingan rasa dengan kopi-kopi sachet yang pernah dia nikmati


Saat ini bro. Aldo sedang mempersiapkan beberapa spot di kedainya untuk tempat orang kongkow menikmati kopi dan mie jawa spesial mereka. Sebelum lebaran ini diharapkan sudah "ready to rumble" dalam dunia perkopian Banyumas.

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH MESIN KOPI

Kali ini saya mencoba menulis mengenai sejarah beberapa mesin espresso, yang saya ambil dari berbagai sumber. Semoga dapat membantu memperkaya pengetahuan kita bersama. Pada tahun 1884 usaha untuk pengajuan hak paten pertama kali diperjuangkan  oleh Angelo Moribondo yang berasal dari Turin dan diperkenalkan pada tahun yang sama, dalam Pameran Umum di Taman Valentino. Hal tersebut adalah sebuah berkah untuk industrialisasi mesin espresso pada waktu itu, akan tetapi hak patent mesin espresso dalam dunia industrial mesin kopi pertama kali diterbitkan bagi Luigi Bezzera dari Milan, pada tahun 1901,. Bahkan, ia membuat suatu model atau design mesin yang kemudian menjadi model yang ditiru secara luas, di atas semua model mesin espresso rancangan pelopor lain dari periode, Desiderio Pavoni, yang mampu melihat potensi besar dari espresso, serta berjuang mengembangkan penjualan di bar publik dan kafe . Pada awal 1900-an, Pier teresio Arduino dari Turin menyadari bahwa dunia bar publi...

KOPI "clebek" TUBRUK

Kopi Tubruk Kopi Tubruk adalah salah satu metode yang paling sering digunakan dalam menyeduh kopi di tanah air ini. di Banyumas dan sekitarnya dikenal dengan kopi "clebek" yang metodenya adalah menubrukan bubuk kopi dengan air panas.  Akan tetapi kopi tubruk  atau clebek, dapat juga menjadi hidangan minuman yang istimewa, jika dilakukan dengan langkah-langkah yang benar.  Proses brewing   Persiapkan kopi yang telah menjadi bubuk. Untuk mendapatkan aroma kopi yang lebih fresh, biji kopi matang sebaiknya digiling pada saat anda akan menyeduh. Selanjutnya masukan bubuk kopi kedalam cangkir. Takaran yang ideal dalam kopi tubruk adalah 12 gram kopi (sekitar dua sendok teh) untuk setiap 200 ml air. Kemudian tuangkan air yang telah anda didihkan. Suhu yang paling pas untuk kopi tubruk adalah sekitar 80-85 °C. Jika anda tidak memiliki thermometer, masak air dengan durasi 2 menit. Setelah anda menuangkan air pada gelas yang sebelumnya telah berisi bubuk k...

LATARAN MARIJEM - COFFEE - BOOKS AND MUSIC

Pada waktu saya pertama kali berjumpa dengan mas Yadi, saya mendapatkan pemaparan yang unik mengenai konsep bisnis kedai kopi yang dia perjuangkan. Kombinasi antara jiwa seni dan aliran pemikiran bisnis yang dia miliki cukup memberikan saya banyak wacana baru mengenai design interior dan kekuatan dari keserdehanaan, serta kemampuan meng-create deman pada pasar yang bersumber dari komunitas-komunitas yang dia miliki. Ketajaman visi bisnisnya pun saya akui dengan keberaniannya menantang arus utama mengenai syarat lokai usaha yang harus ramai dan sebagainya, tetapi mas Yadi dan teman-teman membangun usahanya di pojokan belakan sebuah komplek pertokoan yang banyak orang berpikir mengalami gagal marketing, akan tetapi pada saat soft opening kemarin menunjukan bahwa ide-ide marketing mereka yang memanfaatkan kedahsyatan sosial media membuktikan bahwa jaman modern saat ini batasan ruang tidaklah terlalu berpengaruh, lagi. Full live music dan situasional yang mirip di cafe-cafe kelas me...